Tentang TirtasetA

Secara leksikal, Tirtaseta berasal dari kata Jawa kuno. Yakni 'tirta' dan 'seta'. 'Tirta' berarti air dan 'seta' berarti putih. Bila dua kata itu disatukan menjadi, 'tirtaseta', 'yang berrarti air yang putih jernih, atau bahasa inggrisnya whitewater yang berarti arus deras. Dan Komunitas Kayak Tirtaseta berarti adalah komunitas bagi penggiat kayak arus deras. Kata ini merefleksikan sejarah, filosofi, visi, dan misi kami.

Kayak arus deras masih jauh dari populer di Indonesia . Dibandingkan whitewater rafting (arung jeram dengan perahu karet) yang berkembang pesat dalam dua puluh tahun terakhir, kayak arus deras masih belum tersentuh oleh sebagian besar penggemar olahraga dan petualangan Indonesia .

Saat ini hanya beberapa orang saja di negara ini yang menghidupkan kegiatan luar biasa ini. Ketika organisasi ini didirikan pada 2004, di negara dengan penduduk lebih dari 230 juta ini, jumlah kayakernya lebih sedikit dari jumlah jemari anda. Beberapa kalangan pernah mencoba memperkenalkan kegiatan ini ke masyarakat, tetapi hasilnya tidak menggembirakan. Dan setelah hampir empat dekade kayak arus deras dipertandingkan pada Olimpiade 1972, olah raga itu masih saja belum dikenal luas di negeri kita.

Komunitas Kayak Tirtaseta Tirtaseta terlahir untuk mempromosikan kegiatan kayak arus deras. Pada level nasional, eksistensi kayak arus deras praktis belum ada. Latar belakang kondisi ironis itulah yang melahirkan Tirtaseta. Ketika mendirikan organisasi ini pada 2004, Toto Triwindarto masih sendirian.Pada awal musim semi 2005 ia terbang ke Lytton, British Columbia, Kanada untuk memelajari dasar-dasar kegiatan arus deras dari pada Kumsheen Rafting Resort. Dia memperoleh Certificate of Competence sebagai pemandu sungai setelah lulus ujian standar British Columbia, Paddle dan Oar.

Pada April 2007, Toto pergi ke Okerre Falls, Rotorua, dan mendapat pelatihan khusus dari legenda kayak arus deras Selandia Baru, Kenny Mutton. Setelah kembali ke basisnya di Purbalingga, Jawa Tengah, ia melatih teknik kayak arus deras kepada lima yuniornya dari awal. Sekarang mereka sudah menjadi pelatih di Sekolah Kayak Tirtaseta.
Kami berharap bisa mengajak masyarakat untuk mulai mencoba, belajar keterampilan dasar, serta akhirnya mencintai kegiatan kayak arus deras, serta melibatkan diri dalam berbagai aspek kemasyarakatan dan kemaslahatan yang terkait dengan pertumbuhan kegiatan ini.
Kami berharap dapat memberikan kontribusi kepada pengembangan kayak arus deras dalam negeri sebagai gerakan olahraga, rekreasi, pendidikan, dan konservasi. Kami menyambut semua kehendak baik, gagasan, kerja sama, dan dukungan untuk mewujudkan semua itu.

Jangan Lupa Baca Juga Yang Ini :



Tidak ada komentar:

Posting Komentar