Sekolah Kayak Tirtaseta Diakui Pemerintah

Eksistensi Sekolah Kayak Tirtaseta kini diakui Pemerintah. Kantor Pendidikan Nasional Purbalingga akhirnya mengeluarkan izin operasional Sekolah Kayak Tirtaseta (SKT). Dengan keluarnya izin operasional tersebut, Purbalingga menjadi satu-satunya wilayah di Indonesia yang memiliki sekolah kayak arus deras dan itu resmi diakui oleh pemerintah.

Kepala kantor Pendidikan Nasional Purbalingga Drs Suyitno kepada pers di Purbalingga, Selasa (9/12), mengatakan izin operasional Sekolah Kayak Tirtaseta itu diterbitkan setelah pihaknya memantau dan mengevaluasi kiprah lembaga tersebut dalam satu tahun terakhir. "Dan dari hasil pemantauan serta evaluasi tersebut, kami menilai izin itu sudah tepat bila diterbitkan bagi Sekolah Kayak Tirtaseta," kata Suyitno

Kanan ke kiri (Toto Triwindarto Kepala SKT, Drs. Suyitno Kepala Kantor Diknas Purbalingga, Puji Jaya Koordinator Kayaker).

Suyitno menambahkan keluarnya izin operasional tersebut juga merupakan bentuk komitmen Depdiknas khususnya Disdiknas Purbalingga terhadap pembangunan bidang pendidikan masyarakat untuk membentuk SDM yang berwawasan dan berkualitas global di era yang sudah semakin terbuka dengan terjadinya globalisasi di seluruh dunia.
Menurut Suyitno, para pendiri Sekolah Kayak Tirtaseta memiliki pengalaman internasional serta visi pendidikan untuk melengkapi pendidikan formal yang telah diperolah generasi muda maupun masyarakat umum Purbalingga. "Melalui pendidikan di bidang kayak arus deras ini, diharapkan kualitas SDM dan masyarakat Purbalingga akan jauh lebih kompetitif di level global."

Terkait dengan implementasi pendidikan kayak arus deras yang menjadi visi dan misi Sekolah Kayak Tirtaseta, Suyitno mengatakan pihaknya akan mengupayakan agar kayak arus deras diperkenalkan dan kelak dijadikan pendidikan ekstrakurikuler pada seluruh sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas di Purbalingga. "Ya, kita upayakan agar sistem pendidikan dalam kayak arus deras ini dapat kita selaraskan sebagai kegiatan ekstrakurikuler tetap pada semua sekolah lanjutan di Purbalingga. Untuk itu, kami akan mengundang kepala sekolah dan guru olah raga SMP dan SMA Purbalingga untuk membahas hal itu. Sehingga kelak dapat menjadi sistem yang dapat dilaksanakan secara tetap untuk mendukung pendidikan ekstrakurikuler di sekolah. Waktunya pertemuan itu kita rencanakan sekitar Januari 2009 ini," kata Suyitno.

Sementara itu, Kepala Sekolah Kayak Tirtaseta yang juga Ketua Komunitas Kayak Tirtaseta Toto Triwindarto mengatakan pihaknya menyambut gembira terbitnya izin operasional SKT. "Ini memang sangat kami harapkan. Dan kami sangat menghargai dukungan dan komitmen pemerintah khususnya Dinas Pendidikan kabupaten Purbalingga
Menurut Toto, kayak arus deras telah menjadi kegiatan ekstrakurikuler yangdiberikan di sekolah-sekolah negara-negara maju di benua Eropa, Amerika, dan Australia. Di negara-negara tersebut kegiatan ini juga menjadi sebuah rekreasi sehat yang semakin memasyarakat terkait dengan era perubahan iklim dan pemanasan global yang membuat masyarakat negara maju semakin sadar pentingnya sungai daerah konservasi sungai, hutan, dan keanekaragaman hayati.

Ketua KONI Purbalingga dr. Nonot Mulyono, M Kes mengatakan pihaknya yang merekomendasi agar Dinas Pendidikan Purbalingga mengeluarkan izin operasional Sekolah Kayak Tirtaseta. Demikian pula Ketua PODSI Purbalingga Drs. Sukendro. "Kita juga berkepentingan agar olah raga dayung yang selama ini hanya berkembang di arus tenang juga dapat berkembang di sungai berarus deras, karena kegiatan ini sudah dipertandingkan di level olimpiade, tetapi di Indonesia masih jauh dari populer," kata Sukendro.

Sementara itu, pengamat pendidikan Purbalingga Teguh Trianton mengatakan, sudah tepat bila pemerintah purbalingga mendukung dan memfasilitasi kiprah Sekolah Kayak Tirtaseta. "Visi dan misi Tirtaseta selaras dengan visi misi membentuk SDM berwawasan global. Itu tak boleh disia-siakan. Karena, Tirtaseta bukan hanya perintis di Purbalingga tetapi di seluruh Indonesia. Kelak ini dapat menjadikan Purbalingga sebuah pilot project bagi daerah lain di Indonesia."
Karena itu, Teguh menyarankan agar Pemda Purbalingga tidak sekadar mendukung secara formal dengan menerbitkan izin tetapi juga memberikan kemudahan dan fasilitas yang menunjang tumbuh berkembang serta majunya sekolah kayak tersebut.


Jangan Lupa Baca Juga Yang Ini :



1 komentar:

Unknown mengatakan...

Semoga menjadi tempat lahirnya kayaker2 yang handal..
Di masa yang akan datang melahirkan atlet - atlet yang bisa mengharumkan nama Bangsa dan Negara.

Posting Komentar