Kayak Gathering Dari Tunggoro hingga Singomerto

Penggemar kayak arus deras di Indonesia, semakin hari semakin bertambah luas. Ini menjadi gejala menggembirakan.

Tiga pekan lalu, di sela-sela kegiatan pelatihan kayak arus deras untuk siswa SLTA, dua personil Tirtaseta mendampingi tokoh senior dari Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Lody Manoch bermain kayak di Sungai Serayu. Bersama Lody datang pula Supri dari Noars Rafting Jawa Timur, ada pula Hendra kayaker dari Mapagama dan Gundul dari Serayu Rafting yang kesemuanya membawa kayak.

Turun dari Tunggoro, seluruh kayaker menikmati perjalanan tersebut sebagai perjalanan bersama yang menyenangkan.
Dari perjalanan bersama itu kita salut dengan kawan-kawan operator arung jeram yang mulai menghidupkan kegiatan kayak arus deras di sela kesibukan mereka melayani tamu arung jeram. Termasuk Lody yang meskipun sudah senior sekali di bidang arung jeram, tetapi tidak segan-segan bermain bersama dengan kayaker dari jawa tengah, yogyakarta, dan jawa timur di Sungai Serayu.

Dari Tunggoro hingga Singomerto pun perjalanan menjadi tidak terasa. Semoga kegiatan itu dapat menjadi inspirasi untuk semakin menumbuh kembangkan kayak di Indonesia.
Berikut foto-foto dari pengarungan sehari tersebut:

Persiapan sebelum melakukan pengarungan


Dan pengarunganpun dimulai


Di bawah jembatan bambu


Lody sedang memasang sprayskirt (penutup deck)


Di jeram T


Supri di jeram Wutah


Gundul sedang beraksi

Hendra meluncur gesit

Sidik dan Bowo dengan kayak inflatable


Foto bersama setelah pengarungan( kiri ke kanan):
Agus, Lody, Supri, Gundul,Hendra, Toto



[+/-] Selengkapnya...

Sekolah Kayak Tirtaseta akan Bina Anak Berbakat

PURBALINGGA: Sekolah Kayak Tirtaseta sedang mempersiapkan program pencarian dan pembinaan anak berbakat kayak arus deras. Hal itu dikatakan oleh Kepala Sekolah Kayak Tirtaseta Toto Triwindarto saat penutupan acara pelatihan kayak arus deras bagi siswa SLTA di Sungai Klawing Desa Galuh, Bojongsari, Purbalingga, kemarin.

"Dari pelatihan kayak bagi siswa SLTA ini terlihat ada bakat-bakat alami yang dimiliki siswa-siswa kita. Karena itu, ke depan, kami akan menjaring anak-anak berbakat dari tingkat SD hingga SMA untuk dibina dan dioptimalkan bakatnya dalam menguasai ketrampilan kayak arus deras," kata Toto.
Toto yang memiliki sertifikat instruktur kayak setelah belajar di New Zealand dan sertifikat guide arung jeram dari Kanada mengatakan bahwa anak-anak berbakat kayak tersebar di mana pun. "Karena itu, harus dicari, dibina, dan dipantu sejak dini, mulai dari SD, SMP, hingga SMA," kata Toto.

Untuk menjalankan program itu, Sekolah Kayak Tirtaseta mengharapkan kerja sama dari pihak sekolah-sekolah mulai dari level SD hingga SLTA di Purbalingga, dan dukungan dari Departemen Pendidikan Nasional mulai dari level kabupaten, provinsi, maupun nasional.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Purbalingga Drs Heni Ruslanto mengatakan pihaknya menyambut baik gagasan dari Sekolah Kayak Tirtaseta untuk membina anak-anak berbakat kayak arus deras. "Kami mendukung sepenuhnya upaya untuk mencari anak-anak berbakat kayak sejak dini. Karena, membina anak yang berbakat di bidang apa pun adalah bagian dari sistem pendidikan nasional," kata Heni. Karena itu, Heni akan mempelajari lebih jauh gagasan Sekolah Kayak Tirtaseta itu sehingga memiliki konteks yang tepat dalam sistem pendidikan di Purbalingga. "Ini memang masih merupakan sesuatu yang baru dalam sistem pendidikan. Namun, kita akan pelajari bersama bagaimana sekolah-sekolah dari level SD hingga SMA dapat bekerja sama untuk mencari, melatih, dan membina anak-anak berbakat kayak dengan Sekolah Kayak Tirtaseta," tegas Heni.

Sekolah Kayak Tirtaseta adalah bagian dari Komunitas Kayak Tirtaseta. Dengan misi mempromosikan kegiatan kayak arus deras, komunitas tersebut mendirikan sekolah kayak yang menyelenggarakan berbagai pelatihan kayak arus deras baik secara klasikal maupun individual. Sebelum pelatihan level SLTA, Tirtaseta melatih 12 mahasiswa berbagai perguruan tinggi negeri di Jawa.



[+/-] Selengkapnya...