Dianugerahi sungai-sungai yang dekat dan selalu mengalir sepanjang
tahun adalah sebuah berkah.
Kapan pun kami dapat pergi ke Sungai Klawing bagian bawah dan Sungai
Serayu untuk berlatih atau bersenang-senang dengan kayak kami. Di
kedua sungai itu selalu tersedia debit yang memungkinkan kami untuk
menjadikan kegiatan kayak ini berkelanjutan.
Namun, harus diakui secara jujur bahwa tidak selamanya kedua sungai
dapat memenuhi aspirasi kami. Khususnya bila itu terkait dengan
playboating. Adalah sebuah kesulitan tersendiri tatkala kami ingin
berlatih cabang terbaru dalam kegiatan kayak itu. Ombak dan lobang
yang ideal menjadi syarat agar latihan dapat berjalan optimal.
Memang, Klawing memiliki Banjaran spot dan Serayu punya Tali wave atau
Jeram Tugel yang dapat digunakan. Tetapi keduanya mencapai kondisi
ideal hanya pada saat tertentu, khususnya saat musim penghujan ketika
level debitnya pas benar. Tatakala musim kemarau kedua spot pun
menjadi spot yang biasa-biasa saja. Karena dangkal dan kurang
bertenaga.
Pekan lalu, tatkala mengarungi Serayu dari Boja ke Singomerto, hal
yang sama pun terjadi. Untuk river running, Serayu tidak pernah
mengecewakan. Tetapi mencari ombak atau lobang yang pas untuk
bermain-main sungguh tidak mudah. Praktis sepanjang hari itu kami
tidak menemukan ombak yang memadai sebagai tempat untuk melatih
gerakan-gerakan kompleks. Seperti cartwheel, airscrew atau air loop.
Namun, semua itu semoga saja tidak benar. Ketidakpuasan itu hanyalah
apologi dari ketrampilan playboating kami yang masih pas-pasan.
Semoga.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar