Depdiknas Resmikan Sekolah Kayak untuk Anak Berbakat

Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) meresmikan dan meluncurkan
Sekolah Kayak TirtasetA. Peresmian itu dilakukan oleh Direktur
Pembinaan Sekolah Luar Biasa (PSLB) Depdiknas Ekodjatmiko Sukarso di
Desa Galuh, Bojongsari, Purbalingga, akhir pekan lalu.
Peresmian itu dihadiri oleh Bupati Purbalingga Drs Triyono Budi
Sasongko Msi, Bupati Banyumas, Kepala Dinas Pendidikan Purbalingga Drs
Heni Ruslanto, dan para pejabat terkait dari Jakarta, Semarang dan
Purbalingga.
Direktur PSLB Depdiknas Ekodjatmiko Sukarso dalam kesempatan itu
mengatakan, pembinaan prestasi dan kegiatan kayak arus deras merupakan
bagian dari sistem pendidikan nasional.
"Hak untuk mendapatkan pembinaan khusus bagi mereka yang berbakat di
bidang tertentu seperti kayak arus deras ini dijamin oleh
undang-undang. Karena itu, kami melihat bahwa sekolah kayak Tirtaseta
yang membina anak-anak berbakat di bidang kayak arus deras ini sebagai
sebuah langkah positif. Karena itu kami mendukung dan memberikan
bantuan kepada sekolah khusus Tirtaseta ini," kata Ekodjatmiko.
Menurut Ekodjatmiko, sekolah kayak arus deras untuk anak berbakat itu
merupakan sebuah percontohan bahwa pendidikan luar biasa bukan hanya
untuk mereka yang mengalami handicapped, tetapi juga bagi mereka yang
cerdas, memiliki bakat khusus di berbagai bidang termasuk olah raga
kayak arus deras.
"Jadi selain sekolah kayak kami juga membina sekolah sepakbola,
sekolah bagi anak-anak indigo, sekolah kesenian, dan berbagai sekolah
luar biasa lainnya. Bukan hanya SLB A, B, dan C yang selama ini
dikenal masyarakat," kata Ekodjatmiko.
Sementara itu, Kepala Sekolah Kayak Tirtaseta Toto Triwindarto
mengatakan, Di negara maju, kayak arus deras adalah bagian yg tidak
terpisahkan dari sistem pendidikan. Di negara-negara tsb Sekolah Kayak
merupakan hal yg lazim diselenggarakan untuk semua tingkatan usia
mulai dari tingkat anak-anak usia dini TK,SD, yg dikenal dg istillah
kid kayaking, hingga tingkatan perguruan tinggi dalam bentuk kayak
academy.
"Para orangtua di negara-2 tsb tidak ragu untuk memasukkan anak-anak
mereka ke sekolah-sekolah kayak sebagai bagian komplementer dari
sistem pendidikan umum dan upaya mereka untuk mendidik anak-anak
menjadi pribadi yg mandiri, memiliki tanggungjawab sosial, rasa cinta
tanah air, self confidence, berwawasan global, enterpreneurship, dan
lingkungan," kata Toto.
Ia menambahkan, dalam bentuk yang lebih khusus lagi ada sekolah kayak
yg memiliki program diperuntukkan untuk mendidik anak-anak dg bakat
istimewa di bidang kayak arus deras. Di lembaga-lembaga khusus ini,
anak-anak berbakat difasilitasi untuk menjadi kayaker profesional.
Lulusan dari lembaga pendidikan kayak itu akan menjadi atlit kayak yg
mewakili negara dlm berbagai kejuaraan dunia atau olimpiade, pemandu
wisata kayak, biro perjalanan adventure kayaking, produser film
dokumenter, pekerja film dan televisi, instruktur, dan profesi-2 lain
yg terkait.
Mata pelajaran yg diberikan dalam sekolah-sekolah khusus itu selain
kayak arus deras adalah materi penunjang profesi. Misalnya teknik
memandu wisatawan, administrasi perjalanan, bahasa asing, kebudayaan
global, citizen jurnalism dan penulisan artikel perjalanan, pembuatan
video, fotografi, editing, internet connections, teknis pembuatan web
site dan blog, public speaking, table manner, etiket dan perilaku,
serta mata pelajaran lainnya.
Karena itu, pihaknya merasa sangat bersyukur tatkala Direktur
Pembinaan Sekolah Luar Biasa Depdiknas Bapak Ekodjatmiko Sukarso
memberikan masukan dan arahan agar Tirtaseta menyelenggarakan pula
sekolah kayak arus deras khusus untuk anak berbakat.
"Kami berharap dengan peresmian dan dukungan dari pemerintah pusat
ini, kami dapat berkembang untuk memberikan sumbangsih bagi
pengembangan pendidikan kayak arus deras di masa yang akan datang,"
kata Toto.

 
 Toto Triwindarto
Kepala Sekolah Kayak TirtasetA


 Bapak Ekodjatmiko Sukarso
Direktur Pembinaan Sekolah Luar Biasa (PSLB) Depdiknas

Penandatanganan Piagam Peresmian
 
Pembukaan Papan nama Sekolah
 
Meninjau Kelas di Jeram Galuh
 
 
Wawancara dengan pers lokal dan nasional

[+/-] Selengkapnya...

Mencari Ombak yang Ideal

Dianugerahi sungai-sungai yang dekat dan selalu mengalir sepanjang
tahun adalah sebuah berkah.
Kapan pun kami dapat pergi ke Sungai Klawing bagian bawah dan Sungai
Serayu untuk berlatih atau bersenang-senang dengan kayak kami. Di
kedua sungai itu selalu tersedia debit yang memungkinkan kami untuk
menjadikan kegiatan kayak ini berkelanjutan.

Namun, harus diakui secara jujur bahwa tidak selamanya kedua sungai
dapat memenuhi aspirasi kami. Khususnya bila itu terkait dengan
playboating. Adalah sebuah kesulitan tersendiri tatkala kami ingin
berlatih cabang terbaru dalam kegiatan kayak itu. Ombak dan lobang
yang ideal menjadi syarat agar latihan dapat berjalan optimal.

Memang, Klawing memiliki Banjaran spot dan Serayu punya Tali wave atau
Jeram Tugel yang dapat digunakan. Tetapi keduanya mencapai kondisi
ideal hanya pada saat tertentu, khususnya saat musim penghujan ketika
level debitnya pas benar. Tatakala musim kemarau kedua spot pun
menjadi spot yang biasa-biasa saja. Karena dangkal dan kurang
bertenaga.

Pekan lalu, tatkala mengarungi Serayu dari Boja ke Singomerto, hal
yang sama pun terjadi. Untuk river running, Serayu tidak pernah
mengecewakan. Tetapi mencari ombak atau lobang yang pas untuk
bermain-main sungguh tidak mudah. Praktis sepanjang hari itu kami
tidak menemukan ombak yang memadai sebagai tempat untuk melatih
gerakan-gerakan kompleks. Seperti cartwheel, airscrew atau air loop.

Namun, semua itu semoga saja tidak benar. Ketidakpuasan itu hanyalah
apologi dari ketrampilan playboating kami yang masih pas-pasan.
Semoga.

[+/-] Selengkapnya...

Kayak Gathering Dari Tunggoro hingga Singomerto

Penggemar kayak arus deras di Indonesia, semakin hari semakin bertambah luas. Ini menjadi gejala menggembirakan.

Tiga pekan lalu, di sela-sela kegiatan pelatihan kayak arus deras untuk siswa SLTA, dua personil Tirtaseta mendampingi tokoh senior dari Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Lody Manoch bermain kayak di Sungai Serayu. Bersama Lody datang pula Supri dari Noars Rafting Jawa Timur, ada pula Hendra kayaker dari Mapagama dan Gundul dari Serayu Rafting yang kesemuanya membawa kayak.

Turun dari Tunggoro, seluruh kayaker menikmati perjalanan tersebut sebagai perjalanan bersama yang menyenangkan.
Dari perjalanan bersama itu kita salut dengan kawan-kawan operator arung jeram yang mulai menghidupkan kegiatan kayak arus deras di sela kesibukan mereka melayani tamu arung jeram. Termasuk Lody yang meskipun sudah senior sekali di bidang arung jeram, tetapi tidak segan-segan bermain bersama dengan kayaker dari jawa tengah, yogyakarta, dan jawa timur di Sungai Serayu.

Dari Tunggoro hingga Singomerto pun perjalanan menjadi tidak terasa. Semoga kegiatan itu dapat menjadi inspirasi untuk semakin menumbuh kembangkan kayak di Indonesia.
Berikut foto-foto dari pengarungan sehari tersebut:

Persiapan sebelum melakukan pengarungan


Dan pengarunganpun dimulai


Di bawah jembatan bambu


Lody sedang memasang sprayskirt (penutup deck)


Di jeram T


Supri di jeram Wutah


Gundul sedang beraksi

Hendra meluncur gesit

Sidik dan Bowo dengan kayak inflatable


Foto bersama setelah pengarungan( kiri ke kanan):
Agus, Lody, Supri, Gundul,Hendra, Toto



[+/-] Selengkapnya...

Sekolah Kayak Tirtaseta akan Bina Anak Berbakat

PURBALINGGA: Sekolah Kayak Tirtaseta sedang mempersiapkan program pencarian dan pembinaan anak berbakat kayak arus deras. Hal itu dikatakan oleh Kepala Sekolah Kayak Tirtaseta Toto Triwindarto saat penutupan acara pelatihan kayak arus deras bagi siswa SLTA di Sungai Klawing Desa Galuh, Bojongsari, Purbalingga, kemarin.

"Dari pelatihan kayak bagi siswa SLTA ini terlihat ada bakat-bakat alami yang dimiliki siswa-siswa kita. Karena itu, ke depan, kami akan menjaring anak-anak berbakat dari tingkat SD hingga SMA untuk dibina dan dioptimalkan bakatnya dalam menguasai ketrampilan kayak arus deras," kata Toto.
Toto yang memiliki sertifikat instruktur kayak setelah belajar di New Zealand dan sertifikat guide arung jeram dari Kanada mengatakan bahwa anak-anak berbakat kayak tersebar di mana pun. "Karena itu, harus dicari, dibina, dan dipantu sejak dini, mulai dari SD, SMP, hingga SMA," kata Toto.

Untuk menjalankan program itu, Sekolah Kayak Tirtaseta mengharapkan kerja sama dari pihak sekolah-sekolah mulai dari level SD hingga SLTA di Purbalingga, dan dukungan dari Departemen Pendidikan Nasional mulai dari level kabupaten, provinsi, maupun nasional.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Purbalingga Drs Heni Ruslanto mengatakan pihaknya menyambut baik gagasan dari Sekolah Kayak Tirtaseta untuk membina anak-anak berbakat kayak arus deras. "Kami mendukung sepenuhnya upaya untuk mencari anak-anak berbakat kayak sejak dini. Karena, membina anak yang berbakat di bidang apa pun adalah bagian dari sistem pendidikan nasional," kata Heni. Karena itu, Heni akan mempelajari lebih jauh gagasan Sekolah Kayak Tirtaseta itu sehingga memiliki konteks yang tepat dalam sistem pendidikan di Purbalingga. "Ini memang masih merupakan sesuatu yang baru dalam sistem pendidikan. Namun, kita akan pelajari bersama bagaimana sekolah-sekolah dari level SD hingga SMA dapat bekerja sama untuk mencari, melatih, dan membina anak-anak berbakat kayak dengan Sekolah Kayak Tirtaseta," tegas Heni.

Sekolah Kayak Tirtaseta adalah bagian dari Komunitas Kayak Tirtaseta. Dengan misi mempromosikan kegiatan kayak arus deras, komunitas tersebut mendirikan sekolah kayak yang menyelenggarakan berbagai pelatihan kayak arus deras baik secara klasikal maupun individual. Sebelum pelatihan level SLTA, Tirtaseta melatih 12 mahasiswa berbagai perguruan tinggi negeri di Jawa.



[+/-] Selengkapnya...

Kepala Dinas Pendidikan Purbalingga Buka Pelatihan Kayak untuk Pelajar SLTA

PURBALINGGA: Kepala Dinas Pendidikan Purbalingga Drs. Heni Ruslanto membuka pelatihan kayak arus deras untuk pelajar tingkat SLTA se Purbalingga, kemarin.
Pelatihan yang dilaksanakan selama dua pekan, mulai Minggu (21/6) hingga Sabtu (4/7) akan diikuti oleh 24 siswa dari 12 SLTA di Purbalingga.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Purbalingga mengatakan pihaknya gembira Purbalingga selama ini menjadi pionir di Indonesia dalam men gembangkan dan memopulerkan kegiatan kayak arus deras. "Nanti ke depan hendaknya pelatihan semacam ini diteruskan ke seluruh SLTA yang ada di
Purbalingga. Kalau bisa, ini diperluas juga ke tingkat SMP sehingga kegiatan ini bisa diperkenalkan lebih dini kepada siswa-siswa kita,"kata Heni Ruslanto.
Heni menambahkan pihaknya mendukung sepenuhnya program-program Komunitas Kayak Tirtaseta yang akan memajukan Purbalingga di bidang kegiatan kayak arus deras.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Pelatihan Kayak Arus Deras SLTA M Hadi Nafi mengatakan pelatihan tersebut dimaksudkan agar peserta menguasai seluruh teknik dasar dalam kegiatan kayak arus deras. "Setelah pelatihan, peserta diharapkan menguasai teknik eskimo roll, bracing, ferrying, dan teknik dasar lainnya,"kata Nafi yang juga
sekretaris Tirtaseta.

Ketua Komunitas Kayak Tirtaseta Toto Triwindarto mengatakan pelatihan sejenis diharapkan akan dilakukan secara reguler, sehingga kelak setiap sekolah SLTA dan SLTP memiliki tim kayak. "Kalau sudah semua sekolah memiliki tim kayak, maka Purbalingga dapat membudayakan festival kayak, semacam kompetisi kayak arus deras secara reguler dan
menjadi calender of event secara tetap yang akan menarik wisatawan." Purbalingga sejauh ini adalah satu-satunya wilayah di Indonesia yang mengadakan pelatihan kayak bagi siswa. Dan pelatihan kayak bagi siswa SLTA itu merupakan yang pertama kali dilakukan di Indonesia.
Sebelumnya, KKTS tahun lalu, sukses mengadakan pelatihan sejenis bagi mahasiswa dari 12 perguruan tinggi negeri se Jawa.

Berikut beberapa foto upacara pembukaan:

Kepala Diknas Purbalingga menyerahkan dayung kepada peserta sebagai tanda dimulainya pelatihan.


Peserta serius mengikuti materi teori


Peserta foto Bersama Kepala Diknas Purbalingga dan Ketua Tirtaseta


[+/-] Selengkapnya...